Belajar Shorof/ Tashrif
A.
Pengertian
At-Tashrif ( التصريف
)
At-Tashrif ( التصريف )
secara bahasa berarti Perubahan/ merubah secara mutlak, artinya segala
perubahan dinamakan ( التصريف
).
Sedangkan
menurut istilah yaitu perubahan dari suatu bentuk kalimat/lafadz kepada bentuk
kalimat yang lain untuk mencari suatu makna yang dikehendaki.
Sebagai
contoh : كَتَبَ ←يَكْتُبُ←
كَاتِبٌ
B. Pembagian Kalimat
Dalam bahasa
Arab sama artinya dengan kata dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Arab kalimat
dibagi menjadi tiga, yaitu Fi’il (فعل)/ kata kerja, Isim (اسم)/ kata benda, dan kalimat
huruf (حرف).
Pembagian kalimat :
Wazan
|
Mauzun
|
Nama
|
Arti
|
فَعَلَ
|
نَصَرَ
|
Fi’il Madhi
|
Sudah melakukan ( kata kerja lampau )
|
يَفْعُلُ
|
يَنْصُرُ
|
Fi’il Mudhori’
|
Sedang/akan Melakukan
|
فَعْلًا
|
نَصْرًا
|
Mashdar Ghoiru Mim
|
Suatu pekerjaan
|
مَفْعَلًا
|
مَنْصَرًا
|
Mashdar Mim
|
Suatu pekerjaan
|
فَهُوَ
|
فَهُوَ
|
Isim Dhomir
|
Kata ganti
|
فَاعِلٌ
|
نَاصِرٌ
|
Isim Fa’il
|
Pelaku ( Subjek )
|
وَذَاكَ
|
وَذَاكَ
|
Isim Isyaroh
|
Kata tunjuk
|
مَفْعُوْلٌ
|
مَنْصُوْرٌ
|
Isim Maf’ul
|
Yang dikenai pekerjaan/yang dikerjakan ( Objek )
|
اُفْعُلْ
|
اُنْصُرْ
|
Fi’il Amr
|
Kata perintah
|
لَا تَفْعُلْ
|
لَا تَنْصُرْ
|
Fi’il Nahi
|
Kata larangan
|
مَفْعَلٌ
|
مَنْصَرٌ
|
Isim Zaman/ isim Makan
|
Waktu/ tempat
|
مِفْعَلٌ
|
مِنْصَرٌ
|
Isim Alat
|
Alat yang digunakan
|
Ciri-ciri masing kalimat :
a.
Fi’il (فعل)
Kalimat fi’il
dapat diketahui ( mempunyai ciri ) sebagai beikut :
1. Dapat kemasukan قَد, ia dapat masuk pada fi’il Madhi
(bermakna sungguh)dan Mudhori’ ( bermakna terkadang ).
Contoh : قَدْ قَامَتْ الصَّلَاةُ ( Sholat itu telah di dirikan )
2. Dapat kemasukan س/سوف ( bermakna akan )
Contoh : سَأَذْهَبُ اِلَي اْلمَعْهَدِ ( saya akan pergi ke pondok )
3. Ta’ ta’nis yang sukun تْ ( bermakna dia perempuan ), khusus masuk pada fi’il
Madhi.
Contoh : نَجَحَتْ فَاطِمَةُ فِي امْتِحَانِهَا ( Fatimah lulus dalam ujiannya ).
4. Ta’ fa’il ( ( تَ,تِ,تsebagai kata ganti ( khusus pada fi’il Madhi.
Contoh : قَرَأْتُ اْلقُرْانَ ( saya telah membaca Al-Qur’an )
5. Nun Taukid ( sebagai penguat )
Contoh :يَا مُحَمَّدُ, اِحْفَظَنْ هَذَا الدَّرْسِ ( wahai Muhammad, sungguh hafalkanlah
pelajaran ini ).
6. Ya’ dhomir mukhotobah ى bila disertai perintah ( khusus pada fi’il
amr ).
Contoh : يَا زَيْنَبُ, اِجْلِسِى بِالسَّكِيْنَةِ ( wahai
Zainab, duduklah dengan tenang ).
b. Kalimat Isim (اسم)
Dapat di
ketahui dengan cirri-ciri sebagai berikut :
1. Tanwin
Contoh :ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا ( Zaid telah memukul Umar ).
2. I’rob jar
Contoh : كَتَبْتُ بِالْقَلَمِ ( saya menulis dengan pena ).
3. Kemasukan huruf Jar, (من, الي, عن, علي, في, ربّ, ب, ك, ل) .
Contoh : رَجَعْتُ مِنَ اْلمَدْرَسَةِ ( saya pulang dari sekolah ).
4. Kemasukan alif lam (ال)
Contoh : اَكَلَ مُحَمَّدٌ اْلحُبْزَ ( Muhammad
telah makan roti itu ).
c. Kalimat huruf
Yaitu suatu
kata yang tidak dapat menerima salah satu dari alamat-alamat kalimat isim
maupun kalimat fi’il.
C. Macam-macam binak Fi’il Tsulatsi
Secara garis besak binak di bagi menjadi dua, yaitu :
1. Binak Shohih
Yaitu fi’il
dimana dalam kalimat tersebut toidak ada huruf illat, hamzah ataupun tadh’if/
syaddah.
Contoh : نَصَرَ, ضَرَبَ, كَتَبَ
2. Binak Mu’tal
Yaitu kalimat
yang didalamnya tidak terdapat huruf ‘illatnya. Baik berada pada Fa’, ‘Ain
ataupun Lam fi’ilnya.
Contoh : اَكَلَ, بَيَعَ, رَمَى
Secara terperincinya,
binak-binak tersebut dibagi menjadi:
1. Shohih
Yaitu fi’il
dimana dalam kalimat tersebut toidak ada huruf illat, hamzah ataupun tadh’if/
syaddah.
Contoh : نَصَرَ, ضَرَبَ, كَتَبَ
2. Mudho’af
Kalimat yang
‘ain fi’il dan lam fi’ilnya serupa ( satu jenis ).
Contoh : مَدَّ اصله مَدَدَ
3. Mitsal
Kalimat yang
Fa’ Fi’ilnya berupa huruf ‘illat wawu atau ya’.
·
Ketika
berupa wawu dinamakan Mitsal Wawi.
Contoh : وَعَدَ
·
Ketika
berupa ya’ dinamakan Mitsal Ya’i.
Contoh : يَسَرَ
4. Ajwaf
Kalimat yang
‘Ain fi’ilnya berupa huruf ‘illat Wawu atau Ya’.
·
Ketika
berupa wawu dinamakan Ajwaf Wawi.
Contoh : صَوَنَ
·
Ketika
berupa Ya’ dinamakan Ajwaf Ya’i.
Contoh : سَيَرَ
5. Naqish
Kalimat yang
Lam fi’ilnya berupa huruf ‘illat wawu atau ya.
·
Ketika
berupa wawu dinamakan Naqish Wawi.
Contoh : غَزَوَ
·
Ketika
berupa ya’ dinamakan Naqish Ya’i.
Contoh : سَرَيَ
6. Lafif
·
Lafif
mafruq, ketika huruf ‘illat tersebut berada pada Fa’ dan Lam fi’il.
Contoh : وَقَيَ
·
Lafif
Maqrun, ketika huruf ‘illatnya berada pada ‘Ain dan Lam fi’ilnya.
Contoh : شَوَيَ
7. Mahmuz
·
Ketika
huruf ‘illatnya berada pada Fa’ fi’il dinamakan Mahmuz Fa’i.
Contoh : أَمَلَ
·
Ketika
huruf ‘illatnya berada pada ‘Ain fi’il dinamakan Mahmuz ‘Ain.
Contoh : سَأَلَ
·
Ketika
huruf ‘illatnya berada pada Lam fi’il dinamakan Mahmuz Lam.
Contoh : نَشَأَ
Ringkasan Binak Fi’il Tsulatsi
No
|
Binak
|
Huruf ‘illat
|
Contoh
|
1.
|
Shohih
|
-
|
نَصَرَ
|
2.
|
Mitsal
|
Wawi
|
وَعَدَ
|
Ya’i
|
يَسَرَ
|
3.
|
Mudho’af
|
Dobel/ tasydid
|
مَدَّ
|
4.
|
Lafif
|
Mafruq
|
وَقَى
|
Maqrun
|
شَوَى
|
5.
|
Naqish
|
Wawi
|
غَزَا
|
Ya’i
|
سَرَى
|
6.
|
Mahmuz
|
Fa’
|
أَدَمَ
|
‘Ain
|
سَأَلَ
|
Lam
|
قَرَأَ
|
7.
|
Ajwaf
|
Wawi
|
صَانَ
|
Ya’i
|
سَارَ
|
J Tambihun !!!
Binaknya fi’il Ruba’i Mujarrod dan Ruba’i Mulhaq hanyalah
berupa binak Shohih dan binak Mudho’af.
Fi’il
|
Binak
|
ف / ع /ل
|
Huruf
|
Contoh
|
|
Ruba’i
|
Shohih
|
ف /ل awal
|
Tidak sejanis
|
دَحْرَجَ
|
Mudho’af
|
ف /ل awal
|
Sejenis
|
( ط+ط )
|
طَأْطَأَ
|
ع /ل kedua
|
( ء+ء )
|
D. PEMBAGIAN FI’IL BERDASARKAN JUMLAH HURUF
1. Fi’il Tsulatsi Mujarrod
Fi’il tsulatsi mujarrod adalah fi’il yang masih murni ( tidak ada tambahan
) dimana fi’il Madhinya terdiri dari 3 ( tiga ) huruf, yang masing-masing
sebagai Fa’ fi’il, ‘Ain fi’il dan Lam fi’il.
Fi’il tsulasi Mujarrod ini di bagi dalam 6 (enam) bab, yaitu :
Bab
|
Wazan
|
Harokat
‘ain
|
Contoh/
Mauzun
|
Madhi
|
Mudhori’
|
Madhi
|
Mudhori’
|
1
|
فَعَلَ
|
يَفْعُلُ
|
فَتْحُ
ضَمٍّ
|
يَنْصُرُ
|
نَصَرَ
|
2
|
فَعَلَ
|
يَفْعِلُ
|
فَتْحُ
كَسْرٍ
|
يَضْرِبُ
|
ضَرَبَ
|
3
|
فَعَلَ
|
يَفْعَلُ
|
فَتْحَتَانِ
|
يَفْتَحُ
|
فَتَحَ
|
4
|
فَعِلَ
|
يَفْعَلُ
|
كَسْرُ
فَتْحٍ
|
يَعْلَمُ
|
عَلِمَ
|
5
|
فَعُلَ
|
يَفْعُلُ
|
ضَمُّ ضَمٍّ
|
يَحْسُنُ
|
حَسُنَ
|
6
|
فَعِلِ
|
يَفْعِلُ
|
كَسْرَتَانِ
|
يَحْسِب
|
حَسِبَ
|